Langsung ke isi

Klinik kecantikan, Klinik gigi

Aturan promosi klinik menurut Permenkes 1787/2010: bolehkah diskon dan testimoni?

Isi Pasal 5 Permenkes 1787/2010 tentang iklan pelayanan kesehatan, apa artinya untuk broadcast WhatsApp dan Instagram klinik, dan daftar cek sebelum mengirim promosi.

Ditulis oleh Tim Autoberes

5 menit baca

Artikel ini panduan operasional untuk staf klinik, bukan saran medis. Keputusan klinis tetap di tangan dokter yang memeriksa pasien.

Promo diskon, paket bundling, dan testimoni pasien adalah cara promosi yang lazim di banyak bisnis. Untuk klinik, ada aturan khusus: Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1787/MENKES/PER/XII/2010 tentang Iklan dan Publikasi Pelayanan Kesehatan. Aturan ini berlaku untuk fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk klinik kecantikan yang dipimpin dokter dan klinik gigi.

Artikel ini merangkum isi pasal yang paling sering bersinggungan dengan promosi sehari-hari, lalu menerjemahkannya ke daftar cek untuk broadcast WhatsApp dan unggahan media sosial. Ini bukan nasihat hukum. Untuk kasus tertentu, tanyakan ke dinas kesehatan setempat atau penasihat hukum klinik.

Isi Pasal 5: iklan yang tidak diperbolehkan

Pasal 5 dibuka dengan kalimat: "Iklan dan/atau publikasi pelayanan kesehatan tidak diperbolehkan apabila bersifat:", lalu diikuti daftar huruf a sampai o (Permenkes 1787/2010). Beberapa yang paling relevan untuk klinik kecantikan dan klinik gigi, dikutip apa adanya:

HurufBunyi pasal
c"... atau menciptakan pengharapan yang tidak tepat dari pelayanan kesehatan yang diberikan;"
d"membandingkan mutu pelayanan kesehatan yang diberikan fasilitas pelayanan kesehatan tersebut dengan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya, atau mencela mutu pelayanan kesehatan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya;"
e"memuji diri secara berlebihan, termasuk pernyataan yang bersifat superlatif dan menyiratkan kata "satu-satunya" ..."
m"mengiklankan promosi penjualan dalam bentuk apa pun termasuk pemberian potongan harga (diskon), imbalan atas pelayanan kesehatan dan/atau menggunakan metode penjualan multi-level marketing;"
n"memberi testimoni dalam bentuk iklan atau publikasi di media massa; dan"
o"menggunakan gelar akademis dan/atau sebutan profesi di bidang kesehatan."

Baca pasal lengkapnya di dokumen resmi sebelum menyusun kebijakan promosi, karena tabel di atas hanya memuat sebagian huruf, dan huruf c serta e dikutip sebagian.

Apa artinya untuk promosi sehari-hari

Diskon dan promo harga

Huruf m adalah yang paling sering dilanggar tanpa disadari. Iklan berbunyi "Diskon 50% facial bulan ini", "Beli 2 gratis 1 sesi", atau "Hadiah serum untuk 10 pasien pertama" termasuk promosi penjualan atau imbalan atas pelayanan kesehatan.

Yang tetap bisa dilakukan klinik:

  • Menginformasikan daftar harga resmi kepada pasien yang bertanya.
  • Menjelaskan isi layanan, durasi, dan siapa yang menanganinya.
  • Mengumumkan jadwal praktik dokter, layanan baru, atau perubahan jam buka.
  • Mengirim pengingat kontrol dan instruksi setelah tindakan kepada pasien yang sudah setuju dihubungi.

Paket beberapa sesi yang harganya tercantum di daftar harga resmi berbeda dengan promo potongan harga yang diiklankan. Meski begitu, cara mengiklankannya tetap perlu dicek terhadap huruf m. Kalau ragu, tanyakan ke dinas kesehatan setempat sebelum paket itu dipromosikan.

Testimoni dan foto sebelum-sesudah

Huruf n melarang testimoni dalam bentuk iklan atau publikasi di media massa. Unggahan ulang ulasan pasien sebagai materi promosi, video pasien yang memuji hasil perawatan, atau kolase foto sebelum-sesudah dengan kalimat pujian berisiko masuk ke larangan ini, dan juga bisa menciptakan pengharapan yang tidak tepat (huruf c).

Ada aspek lain di luar iklan: kerahasiaan pasien. UU 17/2023 tentang Kesehatan Pasal 177 ayat (1) menyatakan "Setiap Fasilitas Pelayanan Kesehatan harus menyimpan rahasia Kesehatan pribadi Pasien" (UU 17/2023). Foto wajah pasien dan informasi tindakannya termasuk informasi kesehatan pribadi. Jangan unggah tanpa persetujuan tertulis pasien, bahkan kalau pasien terlihat senang dengan hasilnya.

Klaim terbaik dan perbandingan

"Klinik terbaik di Jakarta", "satu-satunya klinik dengan alat ini", atau "hasil lebih bagus dari klinik sebelah" bersinggungan dengan huruf d dan e. Ganti dengan fakta yang bisa diperiksa: nama alat, sertifikasi dokter yang memang dimiliki, jam praktik, lokasi.

Huruf o menyebut penggunaan gelar akademis atau sebutan profesi. Cara menerapkannya pada materi promosi (misalnya apakah nama dokter dengan gelarnya boleh tampil di poster promosi) sebaiknya dikonfirmasi ke dinas kesehatan, karena kami tidak menemukan penjelasan resmi yang merinci batasnya.

Broadcast WhatsApp: dua aturan sekaligus

Broadcast promosi lewat WhatsApp terkena dua lapis aturan. Pertama, isi pesan harus mengikuti Pasal 5 di atas. Kedua, kebijakan WhatsApp Business hanya membolehkan bisnis menghubungi orang yang memberikan nomornya kepada bisnis dan sudah memberi izin untuk dihubungi (WhatsApp Business Messaging Policy). Kebijakan yang sama juga mencantumkan produk medis dan kesehatan serta obat dalam daftar barang yang tidak boleh diperjualbelikan lewat WhatsApp.

Pesan yang aman untuk klinik biasanya berupa informasi, bukan penawaran harga:

Informasi jadwal dokter baru
Halo [Nama Pasien], mulai [tanggal], drg./dr. [Nama] praktik di [Nama Klinik] setiap [hari] jam [jam]. Untuk booking, balas pesan ini atau hubungi [nomor].

Balas STOP kalau tidak ingin menerima kabar dari kami lagi.
Informasi perubahan jam buka
Halo [Nama Pasien], selama [periode], [Nama Klinik] buka jam [jam] sampai [jam]. Jadwal yang sudah dibuat tetap berlaku. Kalau perlu ganti jadwal, balas pesan ini.

Daftar cek sebelum mengirim promosi

Sebelum unggahan atau broadcast dikirim, minta satu orang yang bukan pembuatnya mengecek:

  1. Apakah ada kata diskon, potongan, gratis, hadiah, cashback, atau beli sekian dapat sekian?
  2. Apakah ada testimoni, ulasan pasien, atau foto sebelum-sesudah?
  3. Apakah ada kata terbaik, nomor satu, satu-satunya, paling, atau perbandingan dengan klinik lain?
  4. Apakah ada janji hasil, seperti "pasti mulus", "permanen", atau "tanpa efek samping"?
  5. Apakah ada foto atau informasi pasien yang belum punya persetujuan tertulis?
  6. Untuk broadcast: apakah semua penerima pernah memberikan nomornya dan setuju dihubungi, dan apakah ada cara untuk berhenti berlangganan?

Kalau ada jawaban ya untuk nomor 1 sampai 5, ubah dulu isinya. Kalau jawaban nomor 6 tidak, jangan kirim ke nomor itu.

Status aturan

Permenkes 1787/2010 diundangkan dalam Berita Negara 2010 Nomor 673. Kami tidak menemukan peraturan yang mencabut atau menggantikannya. UU 17/2023 tentang Kesehatan, lewat Pasal 453, menyatakan peraturan pelaksanaan undang-undang kesehatan yang lama masih berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan undang-undang baru. Kami belum memastikan apakah Permenkes ini termasuk dalam cakupan pasal itu, dan belum menemukan halaman status resmi yang menyatakannya berlaku. Cek ulang ke JDIH Kementerian Kesehatan sebelum mengandalkan artikel ini untuk keputusan penting.

Menjaga pesan otomatis tetap patuh

Pesan yang dikirim otomatis perlu mengikuti aturan yang sama dengan pesan admin. Pengingat bawaan Autoberes untuk klinik berisi jadwal, kontrol, dan perawatan setelah tindakan, tanpa potongan harga, dan berhenti untuk pasien yang membalas STOP. Rinciannya ada di halaman klinik kecantikan, klinik gigi, dan cara kerja.

Sumber

  1. Permenkes No. 1787/MENKES/PER/XII/2010 tentang Iklan dan Publikasi Pelayanan Kesehatan (Berita Negara 2010 No. 673, PDF peraturan.go.id). Pasal 5
  2. Kemenkes: Rumah Sakit Boleh Beriklan (siaran 10 Juni 2011)
  3. UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan (BPK). Pasal 177 ayat (1) dan Pasal 453
  4. WhatsApp Business Messaging Policy. Izin penerima dan daftar barang yang dilarang

Mau balasan dan pengingat seperti ini berjalan sendiri?

Autoberes membalas chat WhatsApp dari data bisnismu dan mengoper ke admin saat perlu. Biaya dan syaratnya ada di halaman harga.

Artikel terkait

Semua artikel
  1. Klinik gigi

    Cara membalas pasien tanya harga perawatan gigi lewat WhatsApp

    Cara membalas pasien tanya harga perawatan gigi: harga yang boleh disebut pasti, kapan cukup rentang, dan contoh balasan WhatsApp untuk tambal, cabut, behel.

    8 menit baca

  2. Klinik kecantikan

    DP booking klinik kecantikan: cara menyusun aturan DP, reschedule, dan pengembalian

    Panduan DP booking klinik kecantikan: kapan DP dipakai, batas bayar, aturan reschedule dan pengembalian, plus contoh pesan WhatsApp yang jelas untuk pasien.

    9 menit baca

  3. Klinik gigi

    Cara mengurangi pasien tidak datang (no-show) di klinik gigi

    Langkah praktis untuk klinik gigi: konfirmasi saat booking, pengingat H-1, aturan DP, daftar tunggu untuk slot kosong, dan cara mencatat no-show supaya polanya terlihat.

    5 menit baca